Rabu, 28 September 2011

MUSIK BLUES DAN ISLAM


Oleh: Irman Musafir Sufi
Kita tahu music blues berasal dari Amerika Serikat, ibu saya bilang kalo music blues itu orang ngomel, ngoceh, marah-marah dikasih music, mungkin benar juga karena dalam lagu blues kadang kadang merintah, tiba tiba melengking sesuai alunan jiwa. Beberapa sumber yang saya baca menunjukkan keterkaitan anatara music blues dan tradisi muslim budak-budak afrika, Selama tahun 1520-an telah didatangkan budak ke Amerika Utara dari Afrika. Diperkirakan sekitar 500 ribu jiwa dikirim ke daerah ini atau 4,4% dari total 11.328.000 jiwa budak yang ada. Diperkirakan sekitar 50% budak atau tidak kurang dari 200 ribu jiwa budak yang didatangkan berasal dari daerah-daerah yang dipengaruhi oleh Islam. sebagian besar mereka memeluk agama islam Walaupun ditekan oleh pemilik budak untuk mengadopsi agama Kristen dan memberikan mereka cara-cara lama, banyak budak ini terus mempraktekkan agama dan adat istiadat mereka, menyatu atau tradisi dari Afrika ke lingkungan baru mereka di Selatan sebelum perang. Meski dipaksa melakukan pekerjaan kasar perkebunan, namun  sepanjang hari-hari mereka masih tetap menyuarakan kepercayaan dalam Al Quran, dengan senandung, sholawat dsb.
Dalam data di pemerintah Amerika serikat sekitar 1600-1800an terdapat banyak data muslim afrika seperti muslim yang kabur dan diiklankan dengan nama-nama Osman, hagar, Mahomet, yusuf, musthafa, ada kunta yang dilaporkan majikan karena menulis alquran atau sholat, ayuba sulaeman diallo, ayuba bahkan mampu menulis 3 jilid al quran dengan ingatan. Ada juga yang kabur dari pemiliknya dan bergabung dengan indian seperti Salem, bahkan ada yang bergabung dengan tentara seperti bumpett muhammed seorang kopral, yusuf bin ali (nama bekennya Josef Benhaley) yang bergabung dengan tentara continental. Praktek keseharian iniakhirnya berkembang menjadi senandung ocehan, sejajar dengan tradisi menyanyi yang berbeda dari Afrika - ke teriakan dan berteriak yang memperanakkan musik blues.
Darimana kesimpulan itu didapat? Gaya vokal kebanyakan penyanyi Blues serta lengkingan gitar blues menggunakan melisma, intonasi bergelombang. Gaya vokal seperti itu merupakan peninggalan masyarakat di Afrika Barat yang telah melakukan kontak dengan dunia Islam sejak abad ke-7 dan 8 M. Melisma menggunakan banyak nada dalam satu suku kata. Sedangkan, intonasi bergelombang merupakan rentetan yang beralih dari mayor ke skala minor dan kembali lagi. Hal itu sangat umum digunakan saat kaum Muslim melantunkan adzan dan membaca Alquran. Kita ingat rasulullah SAW jika membaca ayat tentang azab maka beliau baca dengan nada takut bahkan menangis, kemudian jika ayatnya tentang kabar baik maka dibaca dengan gembira dan jika ayat tentang perintah Tuhan maka rasulullah membacanya dengan tegas dan nada tinggi.
Sylviane Diouf seorang penulis dan ilmuwan serta peneliti pada Schomburg Center for Research in Black Culture di New York mencoba membuktikannya. Diouf memutar dua buah rekaman di hadapan publik yang hadir di sebuah ruangan Universitas Harvard, yaitu :
1. Rekaman yang berisi lantunan adzan/ panggilan bagi umat Islam untuk melaksanakan shalat;
2. Rekaman yang berisi lagu Blues lawas yang pertama kali muncul di Delta Mississippi sekitar 100 tahun lalu yang dikenal dengan nama Levee Camp Holler.
Levee Camp Holler bukanlah lagu blues yang terbilang biasa. Lagu itu diciptakan oleh Muslim kulit hitam asal Afrika Barat yang bekerja di Amerika pasca perang sipil. Lirik lagu Levee Camp Holler yang diperdengarkan Diouf itu terdengar seperti panggilan adzan dan berisi tentang keagungan Allah. Seperti halnya lantunan adzan, lagu itu menekankan kata-kata yang terdengar bergetar. Menurut Diouf, langgam yang sengau antara lagu Blues Levee Camp Holler yang mirip adzan juga merupakan bukti adanya hubungan antara keduanya.
Cara lain budak muslim memiliki pengaruh tidak langsung pada musik blues: instrumen yang mereka mainkan. Drum (yang biasa di antara budak-budak dari Kongo dan wilayah non-muslim Afrika) adalah dilarang oleh pemilik budak kulit putih, yang merasa terancam oleh kemampuannya untuk membiarkan budak berkomunikasi satu sama lain dan dengan cara pertemuan-pertemuan besar yang terinspirasi dari budak. Instrumen bersenar (yang disukai oleh budak dari daerah-daerah muslim Afrika, di mana ada musik tradisi panjang cerita) umumnya diperbolehkan karena menganggap mereka pemilik budak Eropa mirip dengan instrumen seperti biola. Jadi budak yang berhasil kasar bersama banjo atau instrumen lain (banjo Amerika berasal dari budak Afrika) dapat bermain secara lebih luas di masyarakat.Solo ini berorientasi Slave unsur-unsur musik yang terdapat dalam bahasa Arab-Islam gaya lagu yang telah dicetak oleh berabad-abad kehadiran Islam di Afrika Barat, kata Gerhard Kubik, seorang profesor etnomusikologi di University of Mainz di Jerman yang telah menulis buku yang paling komprehensif di Afrika sambungan ke musik blues ( "Afrika dan Blues"). secara tidak sadar echo Arab-Islam adalah pola dalam musik mereka.Karna ciri khas dari budaya africa ialah minor,mereka sangat suka memainkan minor
dalam scala musik minor tercipta dari mayor,secara otomatis mereka mengetahui pola dalam blues itu sendiri.

Gitar juga berasal dari Arab, Gitar modern adalah keturunan langsung oud, kecapi Arab yang diperkenalkan ke Eropa selama pemerintahan Muslim Spanyol. Gitar sendiri berasal dari bahasa arab Al Qitarra yang dalam bahasa spanyol menjadi Guitarra. Islam dan budaya Arab yang jelas telah mempengaruhi musik lain di seluruh dunia, termasuk flamenco, yang berakar dalam tujuh abad pemerintahan Muslim di Spanyol. Pada kenyataannya, ada hubungan antara musik Renaissance dan budaya Arab-Islam, sebuah hubungan yang telah mempelajari dengan lebih daripada hubungan antara muslim budak kulit hitam di Amerika dan blues. (Dari berbagai sumber)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar